Assalamu alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahir rahmanir rahiim.,
Bismillahir rahmanir rahiim.,
Alhamdulillah,senang
rasanya bisa mengikuti lomba menulis ini,
saya tertarik dengan cara dakwah kak oki yang slow tapi keliatan, yang biasa
saja tapi hasilnya luar biasa , karena sedikit
banyak orang khususnya remaja muslimah dan juga muslim lebih
terinspirasi untuk mengenal Tuhan-Nya,dan lebih ingin mengenal dan menggali
lebih dalam lagi untuk mengenal islam tentunya,setelah berulang kali saya
membaca buku-buku dari kak oki, saya jadi berkeinginan menjadi seperti seorang yang
bermanfaat terutama untuk agama , saya sangat terinspirasi yeah , next ini yang pertama kalinya saya mencoba menulis karena sebelumnya saya
kurang begitu mahir dalam menulis.dan kebetulan tema yang kak oki ambil untuk
lomba kali ini adalah ketika kematian terasa begitu dekat , sungguh
berbicara tentang kematian rasanya sesak sekali nafas ini untuk mengucapkannya,
padahal memang benar bahwa setiap yang
bernyawa pasti akan kembali kepadaNya
Sedikit
bingung ingin memulai nya dari mana karna di umur saya yang sudah hampir kepala
dua ini, apa yang bisa saya berikan untuk orang sekitar,keluarga ,sahabat dan
tentunya untuk agama, apa keberadaan saya banyak memberi manfaat untuk orang sekitar. atau
justru sebaliknya ? sungguh saya termasuk orang yang merugi apabila mensia –
siakan waktu ini, karena detik dan harinya nanti akan di mintai
pertanggungjawaban oleh Allah SWT,sungguh detik ini dengan saya bisa merasakan hembusan nafas,itu sudah
menunjukkan begitu besar nikmat karunia-Mu ,
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mengingat pada bulan Desember 2004 lalu , saudara muslim
kita di sapa oleh Allah SWT, dengan sapaan yang begitu mesranya ,yaitu badai Tsunami
yang meluluhlantahkan Pantai Aceh dan sekitarnya,korban berjatuhan dari
yang anak –anak hingga dewasa,berbaur dengan sampah dan puing-puing bangunan
lainnya,tidak ada yang tersisa kecuali rumah Allah SWT,tidak sedikit nyawa –
nyawa yang kembali kepadaNya, karena apa yang di kehendakiNya pasti terjadi,dan
apa yang tidak di kehendakiNya mustahil akan terjadi,saya tidak bisa
memprediksi kapan dan dimana Allah SWT mengambil apa yang menjadi
milikNya,nyawa ini adalah titipan dan suatu saat nanti bukan tidak mungkin
titipan itu akan di ambil oleh yang menitipkan yaitu Allah SWT,”Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya
kita kembali”
Sungguh musibah itu mengingatkan saya akan pentingnya
mengingat mati,agar selalu waspada dan teliti dalam melakuhkan Sesuatu “Orang yang paling banyak mengingat
mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah
orang-orang yang cerdas.” Saya
tidak bisa membayangkan ketika saat – saat nyawa kita akan di ambil dengan
kasar kah atau dengan halus ,Ya Allah tak sanggup rasanya untuk meneteskan air
mata ini,untuk yang kesekian kalinya,mengingat banyak sekali kekhilafan yang
saya lakuhkan dan dosa yang bertumpuk – tumpuk , andaikata dosa itu berupa benjolan ,mungkin tidak akan cukup tubuh
ini untuk menompangnya ,na’udzubilla ,tapi
sungguh Maha Kuasa Engkau, yang telah menutupi dosa – dosa ini dengan begitu
pekatnya sehinggga mata telanjang tidak akan bisa melihat seberapa besar dosa
itu,saya jadi merasa malu terhadapMu,atas nikmat yang berjubel-jubel yang telah Engkau berikan terhadap saya , dan kenapa
masih saja ada yang tidak mau bersyukur
atas nafas yang di berikan Allah SWT ,dan kenapa tidak bisa di gunakan dengan sebaik
mungkin untuk melakuhkan hal-hal yang positif ,sehingga saya terlupa di kala
jatuh sakit dan nafas kita harus di gantikan dengan harga yang mahal di rumah
sakit,betapa Allah itu Maha Kuasa yang telah memberikan hembusan nafas dengan gratis tanpa harus membayar mahal,janganlah
kita termasuk orang yang mendustakan nikmat Allah SWT,seperti halnya nikmat
cinta dan kasih yang Allah SWT berikan kepada kita ,nikmat sehat ini ,kenapa
masih saja mengeluh,dan terkadang saya malu pada diri sendiri terutama kepada
Allah SWT ,terlintas dalam hati yang paling dalam bahwa belum cukupkan dengan apa yang Allah berikan
Mungkin
saya sekarang masih menikmati nikmat sehat ini ,tapi besok ???,apakah saya
masih bisa bernafas ? saya tidak bisa menjamin besok saya masih bisa melakuhkan
aktifitas seperti biasa atau tidak ,karena tidak ada yang tau hari esok bukan
!.Hanya Allah SWT yang tau hari esok akan seperti apa dan bagaimana keadaan
saya ,,,meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya Lsaya
takut ya Allah belum bisa mempertanggungjawabkan nikmat ini.
Kadang tak
terfikirkan , ketika tubuh rapuh ini terbujur kaku, ketika metahari tak mau
lagi bersinar ,dan rembulan pun menghilang entah kemana,nafas ini sudah
terhenti tidak ada lagi kata yang bisa saya ucapkan ,hanya ketakutan yang
menghiasi jiwa ,manusiawi sekali bila saya pernah merasa sombong padahal apa
yang harus di sombongkan sedangkan dalam tubuh ini penuh dengan kotoran ,tapi
itu hanya tinggal penyesalan karena kenyataan di depan mata hanya bisa berharap
Allah SWT masih memberi maaf dan ampunan agar diri ini tidak jatuh kedalam siksaan TAPI segalanya telah
terlambat ,nafas telah terputus,pintu maaf pun terputus pula ,seketika pula
saya bertanya dalam hati .
Tak pernahkah saya ini mendengar ?bahwa dunia ini hanyalah
tempat untuk mencari bekal untuk kehidupan abadi sesudah dunia ini,atau memang
saya ini sedang di butakan kehidupan dunia yang memabukkan sehingga saya lupa
diri,lupa tujuan …,sungguh saya akan sangat menyesal berakhir dalam siksaan
yang kekal ,sebelum nafas ini terputus saya ingin bebenah diri,satu minggu
sebelum hari ulang tahun yang ke-19 alhamdullillah saya berhijab “Bismillah”
Memang
bukan hal yang mudah untuk memulai kebaikan ,mungkin tidak jauh beda seperti
kak oki banyak kritikan di sana sini ,tapi ketika saya berfikir ulang banyak
sekali manfaat di balik hijab ini ,ketika yang lain sibuk nglurusin rambut,
permak rambut segala macam itu sama saja
merubah ciptaan-Nya atau lebih tepatnya tidak mensyukuri nikmat yang telah
Allah SWT titipkan,Astaghfirullaah
Dan
ada hal penting mengapa hidup ini harus di tanggapai dengan serius seperti
halnya memakai hijab , karena dalam islam hijab itu adalah kewajiaban umat
muslim perempuan,kadang saya berfikir nanti dulu aja kalau sudah menikah baru
pake hijab ,padahal saya tidak tau usia saya akan sampai menikah atau tidak ,ya
sebernarnya inti dari memakain hijab itu wajib jib jib ,itu artinya suka tidak
suka , mau tidak mau, siap tidak siap yang namanya wajib ya harus di laksankan,karena
saya fikir yang namanya wajib itu tidak harus menunggu kesiapan.
Ketika itu
saya kasih tau teman yang pada saat itu belum berhijab ,dia bilang kenapa harus
maksa wajib pake hijab, sebenarnya saya tidak maksa waktu itu , lebih tepatnya
nyuruh kali ya hehehe,….Namanya juga aturan ,di setiap Negara aja ada aturannya
, bahkan dalam keluarga sekalipun itu ada aturannya,jadi kenapa tidak kalau islam juga ada aturannJ
Hemm ajal
itu adalah sesuatu yang pasti akan menghapiri,saya tidak mau kalau kontrak usia
di dunia ini habis ,tetapi pada saat itu saya belum melaksanakan kewajiban
,belum membekali perjalanan panjang, nantinya menuju akhirat,ibatarnya nya kita hanya numpang singgah di dunia ini , dan
hidup yang kekal dan abadi nantinya di
akhirat bukan di sini, Memang harus senantiasa ingat kematian dan menjadikan
kematian itu melekat dalam hati , karena hakekat hidup ini adalah menanti
kematian , kamatian itu laksana pintu
jadi setiap orang pasti akan melewati pitu itu apabila akan
memasukinya,sejatinya kematian itu bukan kematian karena aka nada kehidupan
lagi , dan kematian itu hanya transit saja dari dunia
menuju akhirat yang merupakan titik akhir hidup ini , subhanallah saya akan menghadapi kematian itu,tidak hanya saya tapi
kita semua yang masih bernyawa pasti akan
kembali kepadaNya .orang berakal pasti akan mengerti kewajiaban di dunia
ini,hanya mampir ngombe,kata orang
jawa,yaa……laksana musyafir yang berteduh di bawah pohon yang rindang yang
bernama dunia .kalaukah musyafir itu tergiur akan kerindangan pohon sehingga
lupa bahwa ia hanya berteduh sementara , dan terlupa bahwa nantinya ia akan meninggalkan
pohon rindang tersebut dan menuju kampung akhirat yang hakiki.sebernarnya apa
yang saya banggakan di dunia ini kalaulah bukan amal sholeh yang akan saya bawa
nantinya.
Mengingat
sakaratul maut perkara yang menyakitkan,ingin rasanya berbuat baik dan lebih
baik lagi , sedikitpun tidak ingin mendzolimi diri sendiri maupun orang lain,begitu
sakitnya sakaratul maut itu dan lebih
sakit daripada di penggal dengan pedang ,di gergaji atau bahkan di gunting L,jangankan
saya manusia biasa ,orang mukmin, dan para Nabi Allah SWT pun merasakan sakit
yang sama ketika menghadapi sakaratul maut,sungguh
Allah SWT maha mengetahui dan maha kuasa atas segala sesuatuNya
Nabi
Muhammad Saw,bersabda ‘Demi Allah SWT
yang menggemgam jiwaku,sesungguhnya melihat Malaikat maut itu lebih dahsyat
dari pada seribu kali pukulan pedang’. Betapa sakitnya bukan ? ajal itu
pasti ,kalaulah ajal yang Allah janjikan itu tak bisa di tangguhkan sesaatpun
,karena Malaikat Izrail tidak akan alpa
dalam urusannya,karena malaikat menjalankan perintah Allah dengan tepat dan
sempurna,
Begitulah
hidup pasti ada kematian,yang hidup tak selamanya ini semoga bisa
memanfaatkannya untuk bebenah diri , ketika saya merasa senang Allah SWT
menegur saya agar jangan banget – banget
senang di dunia ini, karena malaikat pencabut nyawa sedang mengintai 70 kali dalam
24 jam,tetapi Malaikat makhluk ghaib yang tidak bisa di liat kehadirannya ,tak
heran jika Malaikat datang gelak tawa dan bersenang – senang masih menyelimuti
, tak sadar jika malaikat maut sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengambil
nyawa ini,walaupun miskin amal sholeh serta tidak memiliki secuil bekal amalan
akhirta, malah sebaliknya begitu banyak dosa
Itu aku ya Allah….
Mohon ampunanMU untukku….
“sebaik-baik manusia
adalah orang yang panjang usianya dan bagus amal perbuatannya. Seburuk-buruk
manusia adalah orang yang panjang usianya dan buruk amal perbuatannya.
(HR Ahmad).
(HR Ahmad).
~* Allah Selalu Ada Untukku,Untukmu dan Untuk Kita Semua *~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar