Selasa, 02 Oktober 2012

ketika kematian terasa begitu dekat


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahir rahmanir rahiim.
,
            Alhamdulillah,senang  rasanya bisa mengikuti lomba menulis ini, saya tertarik dengan cara dakwah kak oki yang slow tapi keliatan, yang biasa saja tapi hasilnya luar biasa , karena sedikit  banyak orang khususnya remaja muslimah dan juga muslim lebih terinspirasi untuk mengenal Tuhan-Nya,dan lebih ingin mengenal dan menggali lebih dalam lagi untuk mengenal islam tentunya,setelah berulang kali saya membaca buku-buku dari kak oki, saya jadi berkeinginan menjadi seperti seorang yang bermanfaat terutama untuk agama , saya sangat terinspirasi yeah , next ini  yang pertama kalinya  saya mencoba menulis karena sebelumnya saya kurang begitu mahir dalam menulis.dan kebetulan tema yang kak oki ambil untuk lomba  kali ini adalah ketika kematian terasa begitu dekat , sungguh berbicara tentang kematian rasanya sesak sekali nafas ini untuk mengucapkannya, padahal memang benar bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepadaNya
                        Sedikit bingung ingin memulai nya dari mana karna di umur saya yang sudah hampir kepala dua ini, apa yang bisa saya berikan untuk orang sekitar,keluarga ,sahabat dan tentunya untuk agama, apa keberadaan saya banyak  memberi manfaat untuk orang sekitar. atau justru sebaliknya ? sungguh saya  termasuk orang yang merugi apabila mensia – siakan waktu ini, karena detik dan harinya nanti akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,sungguh detik ini dengan saya  bisa merasakan hembusan nafas,itu sudah menunjukkan begitu besar nikmat karunia-Mu , Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
            Mengingat pada bulan Desember 2004 lalu , saudara muslim kita di sapa oleh Allah SWT, dengan sapaan yang begitu mesranya ,yaitu badai Tsunami yang meluluhlantahkan Pantai Aceh dan sekitarnya,korban berjatuhan dari yang anak –anak hingga dewasa,berbaur dengan sampah dan puing-puing bangunan lainnya,tidak ada yang tersisa kecuali rumah Allah SWT,tidak sedikit nyawa – nyawa yang kembali kepadaNya, karena apa yang di kehendakiNya pasti terjadi,dan apa yang tidak di kehendakiNya mustahil akan terjadi,saya tidak bisa memprediksi kapan dan dimana Allah SWT mengambil apa yang menjadi milikNya,nyawa ini adalah titipan dan suatu saat nanti bukan tidak mungkin titipan itu akan di ambil oleh yang menitipkan yaitu Allah SWT,”Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali”
            Sungguh musibah itu mengingatkan saya akan pentingnya mengingat mati,agar selalu waspada dan teliti dalam melakuhkan SesuatuOrang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” Saya tidak bisa membayangkan ketika saat – saat nyawa kita akan di ambil dengan kasar kah atau dengan halus ,Ya Allah tak sanggup rasanya untuk meneteskan air mata ini,untuk yang kesekian kalinya,mengingat banyak sekali kekhilafan yang saya lakuhkan dan dosa yang bertumpuk – tumpuk , andaikata dosa itu berupa benjolan ,mungkin tidak akan cukup tubuh ini untuk menompangnya ,na’udzubilla ,tapi sungguh Maha Kuasa Engkau, yang telah menutupi dosa – dosa ini dengan begitu pekatnya sehinggga mata telanjang tidak akan bisa melihat seberapa besar dosa itu,saya jadi merasa malu terhadapMu,atas nikmat yang berjubel-jubel yang telah Engkau berikan terhadap saya , dan kenapa masih saja ada yang  tidak mau bersyukur atas nafas yang di berikan Allah SWT ,dan  kenapa tidak bisa di gunakan dengan sebaik mungkin untuk melakuhkan hal-hal yang positif ,sehingga saya terlupa di kala jatuh sakit dan nafas kita harus di gantikan dengan harga yang mahal di rumah sakit,betapa Allah itu Maha Kuasa yang telah memberikan hembusan nafas dengan gratis tanpa harus membayar mahal,janganlah kita termasuk orang yang mendustakan nikmat Allah SWT,seperti halnya nikmat cinta dan kasih yang Allah SWT berikan kepada kita ,nikmat sehat ini ,kenapa masih saja mengeluh,dan terkadang saya malu pada diri sendiri terutama kepada Allah SWT ,terlintas dalam hati yang paling dalam bahwa belum cukupkan dengan apa yang Allah berikan
            Mungkin saya sekarang masih menikmati nikmat sehat ini ,tapi besok ???,apakah saya masih bisa bernafas ? saya tidak bisa menjamin besok saya masih bisa melakuhkan aktifitas seperti biasa atau tidak ,karena tidak ada yang tau hari esok bukan !.Hanya Allah SWT yang tau hari esok akan seperti apa dan bagaimana keadaan saya ,,,meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya Lsaya takut ya Allah belum bisa mempertanggungjawabkan nikmat ini.
            Kadang tak terfikirkan , ketika tubuh rapuh ini terbujur kaku, ketika metahari tak mau lagi bersinar ,dan rembulan pun menghilang entah kemana,nafas ini sudah terhenti tidak ada lagi kata yang bisa saya ucapkan ,hanya ketakutan yang menghiasi jiwa ,manusiawi sekali bila saya pernah merasa sombong padahal apa yang harus di sombongkan sedangkan dalam tubuh ini penuh dengan kotoran ,tapi itu hanya tinggal penyesalan karena kenyataan di depan mata hanya bisa berharap Allah SWT masih memberi maaf dan ampunan agar diri ini tidak  jatuh kedalam siksaan TAPI segalanya telah terlambat ,nafas telah terputus,pintu maaf pun terputus pula ,seketika pula saya bertanya dalam hati .
Tak pernahkah saya ini mendengar ?bahwa dunia ini hanyalah tempat untuk mencari bekal untuk kehidupan abadi sesudah dunia ini,atau memang saya ini sedang di butakan kehidupan dunia yang memabukkan sehingga saya lupa diri,lupa tujuan …,sungguh saya akan sangat menyesal berakhir dalam siksaan yang kekal ,sebelum nafas ini terputus saya ingin bebenah diri,satu minggu sebelum hari ulang tahun yang ke-19 alhamdullillah saya berhijab “Bismillah”
            Memang bukan hal yang mudah untuk memulai kebaikan ,mungkin tidak jauh beda seperti kak oki banyak kritikan di sana sini ,tapi ketika saya berfikir ulang banyak sekali manfaat di balik hijab ini ,ketika yang lain sibuk nglurusin rambut, permak rambut segala macam itu  sama saja merubah ciptaan-Nya atau lebih tepatnya tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT titipkan,Astaghfirullaah
            Dan ada  hal penting mengapa hidup ini  harus di tanggapai dengan serius seperti halnya memakai hijab , karena dalam islam hijab itu adalah kewajiaban umat muslim perempuan,kadang saya berfikir nanti dulu aja kalau sudah menikah baru pake hijab ,padahal saya tidak tau usia saya akan sampai menikah atau tidak ,ya sebernarnya inti dari memakain hijab itu wajib jib jib ,itu artinya suka tidak suka , mau tidak mau, siap tidak siap yang namanya wajib ya harus di laksankan,karena saya fikir yang namanya wajib itu tidak harus menunggu kesiapan.
            Ketika itu saya kasih tau teman yang pada saat itu belum berhijab ,dia bilang kenapa harus maksa wajib pake hijab, sebenarnya saya tidak maksa waktu itu , lebih tepatnya nyuruh kali ya hehehe,….Namanya juga aturan ,di setiap Negara aja ada aturannya , bahkan dalam keluarga sekalipun itu ada aturannya,jadi kenapa tidak  kalau islam juga ada aturannJ
            Hemm ajal itu adalah sesuatu yang pasti akan menghapiri,saya tidak mau kalau kontrak usia di dunia ini habis ,tetapi pada saat itu saya belum melaksanakan kewajiban ,belum membekali perjalanan panjang, nantinya menuju akhirat,ibatarnya nya kita hanya numpang singgah di dunia ini , dan hidup yang kekal dan abadi  nantinya di akhirat bukan di sini, Memang harus senantiasa ingat kematian dan menjadikan kematian itu melekat dalam hati , karena hakekat hidup ini adalah menanti kematian , kamatian itu laksana pintu jadi setiap orang pasti akan melewati pitu itu apabila akan memasukinya,sejatinya kematian itu bukan kematian karena aka nada kehidupan lagi ,  dan  kematian itu hanya transit saja dari dunia menuju akhirat yang merupakan titik akhir hidup ini , subhanallah saya akan menghadapi kematian itu,tidak hanya saya tapi kita semua yang masih bernyawa pasti akan kembali kepadaNya .orang berakal pasti akan mengerti kewajiaban di dunia ini,hanya mampir ngombe,kata orang jawa,yaa……laksana musyafir yang berteduh di bawah pohon yang rindang yang bernama dunia .kalaukah musyafir itu tergiur akan kerindangan pohon sehingga lupa bahwa ia hanya berteduh sementara , dan  terlupa bahwa nantinya ia akan meninggalkan pohon rindang tersebut dan menuju kampung akhirat yang hakiki.sebernarnya apa yang saya banggakan di dunia ini kalaulah bukan amal sholeh yang akan saya bawa nantinya.
            Mengingat sakaratul maut perkara yang menyakitkan,ingin rasanya berbuat baik dan lebih baik lagi , sedikitpun tidak ingin mendzolimi diri sendiri maupun orang lain,begitu sakitnya sakaratul maut itu  dan lebih sakit daripada di penggal dengan pedang ,di gergaji atau bahkan di gunting L,jangankan saya manusia biasa ,orang mukmin, dan para Nabi Allah SWT pun merasakan sakit yang sama ketika menghadapi sakaratul maut,sungguh Allah SWT maha mengetahui dan maha kuasa atas segala sesuatuNya
            Nabi Muhammad Saw,bersabda ‘Demi Allah SWT yang menggemgam jiwaku,sesungguhnya melihat Malaikat maut itu lebih dahsyat dari pada seribu kali pukulan pedang’. Betapa sakitnya bukan ? ajal itu pasti ,kalaulah ajal yang Allah janjikan itu tak bisa di tangguhkan sesaatpun ,karena Malaikat Izrail tidak akan alpa dalam urusannya,karena malaikat menjalankan perintah Allah dengan tepat dan sempurna,
Begitulah hidup pasti ada kematian,yang hidup tak selamanya ini semoga bisa memanfaatkannya untuk bebenah diri , ketika saya merasa senang Allah SWT menegur saya agar jangan banget – banget senang di dunia ini, karena malaikat pencabut nyawa sedang mengintai 70 kali dalam 24 jam,tetapi Malaikat makhluk ghaib yang tidak bisa di liat kehadirannya ,tak heran jika Malaikat datang gelak tawa dan bersenang – senang masih menyelimuti , tak sadar jika malaikat maut sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengambil nyawa ini,walaupun miskin amal sholeh serta tidak memiliki secuil bekal amalan akhirta, malah sebaliknya begitu banyak dosa
Itu aku ya Allah….
Mohon ampunanMU untukku….      
“sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan bagus amal perbuatannya. Seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang usianya dan buruk amal perbuatannya.
(HR Ahmad).

~* Allah Selalu Ada Untukku,Untukmu dan Untuk Kita Semua *~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar