Senin, 10 Desember 2012

Suara Hati



“Bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging ,jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika ia buruh maka buruhkah seluruh tubuh,ia adalah hati”

            Hati yang baik adalah apabila ia selarah dengan sifat-sifat mulia yang telah di berikan Allah SWT kedalam rohani manusia,sifat mulia disini adalah dorongan suara hati melalui 99 Asmaul Husna.hati pada dasarnya seperti gelas bening yang bisa diisi dengan air bersih,keruh atau kotor.untuk menilai apakh yang masuk suara hati bening atau kotor dibutuhkan bimbingan dari kekuatan diri manusia yang mampu mengenal hakikat hati.tadi disebutkan suara hati itu bisa ganda,antara bening atau kotor,mengapa?jawabannya adalah karena sumber suara hati manusia itu ada dua,yaitu bisikan baik(malaikat)atau bisikan jahat(setan)keduanyaselalu membisikkan hati manusia.malaikat membisikakan sesuatu menuju motivasi tertinggi lagi mulia(taqwa),sedangkan setan membisikakan sesuatu menuju arah motifasi rendah lagi hina(fujur,kefasikan)Allah SWT menyebutkan hal ini dalam surah as-Syam,ayat 8-10:

            ‘Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan)kefasikan dan ketakwaan.sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”

Hati dan suara yang keluar sangat bergantung pada pemikiran manusi itu sendiri.apabila paradigmanya tauhid,maka suara yang keluar dari hatinya adalah suara malaikat yang selaras  dengan asma AllahSWT.tapi jika paradigma kapitalis yang keluar adalah suara menghalalkan segala macam cara setan. Paradigma tauhid sudah ditiupkan kedalam roh manusia sejak pertamakali roh itu dihembuskan.namun roh yang bersih itu senantiasa digodasetan untuk melanggar petunjuk-petunjuk Allah SWT,sebagaimana sumpah iblis :

            “Karena Engkau(Allah)telah menghukum saya tersesat,(maka) saya benar-benar akan(menyesatkan)manusia dari jalan Engkau yang lurus”

Akibat sumpah itu ,golongan setan akan terus mengotori kebersihan atau kefitrahan hati manusia karena”hati manusia ibarat cermin yang akan mengkilat dan bercahayabila selalu dibersihkan dari berbagai noda dan dosa.Hujjatul Islam Imam Ghazali

Ketika Adam,manusia pertama diciptakan.sebagaimana yang dijelaskan dalam al-quran surah al-Baqarah ,ayat 30-34,Allah  memerintah kepada malaikat  untuk sujud (mengakui) adam sebagai kalifah Allah di bumi.para malaikat sujud kepada adam kecuali iblis.walapun mulanya mereka mempertanyakan keputusan Allah itu,namun setelah Allah menjelaskan kepada malaikat bahwa adam telah diajarkan Allah ilmu tentang semua nama yang bersumber dari Allah,termasuk mengenal alam semesta ini melalui sifat Allah (al-‘alim),para malaikatpun mengakui eksistensi adam.sementara itu setan tetap tidak mau sujud dan membangkang.Walapun demikian dosa yang manusia perbuat dapat menutupi hati untuk mengaktualisasikan nilai kejujuran,ketulusan,kesabaran,kasih sayang dan sifat-siffat baik lainnya sementara jika hati manusia ikhlas di tambah dengan dzikir dan bersangka baik terhadap Allah SWT,hal itu mendorong hati untuk berselaras dengan sifat-sifat mulia Allah,sebagaimana penegasan Iblis,”Aku tidak bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang Muklis(taat kepada Allah)”.

Hati orang yang muklis itu seperti kaca,sebagaimana Imam Ghazali,menganalogikan hati sebagai kaca,dosa sebagai debu, dan kebaikan sebagai nur.apabila kaca itu bersih dari debu maka nur akan memancar dari kaca itu.sebaliknya ,jika kaca penuh debu,maka sinar tidak mampu menembus kaca itu.demikian halnya dengan hati manusia.

Jadi bersihkan selalu kaca hati dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.dengan  dzikir semoga hati dapat dibersihkan dari debu-debu yang menutupinya sehingga suatu saat nur itu akan menembus dan menerangi jiwa manusia,:

            “Allah adalah cahaya langit dan bumi,perumpamaan cahaya-Nya adalah ibarat misykat(seperti lobang pada dinding).Dalam misykat itu ada pelita(lampu).Pelita itu dalam kaca.Kaca itu laksana bintang berkilau.Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati.(yaitu)hampir-hampir menyala dengan sendirinya,walau tiada api menyentuhnya.Cahaya diatas cahaya!Allah menuntun kepada cahanyanya,sesiapa saja yang ia kehendaki.Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia.Sungguh Allah mengetahui segala sesuatu.”an-Nur 25-35

Sebagaimana hati Nabi mulia Muhammad SAW,yang memeperlakuhkan orang tua buta baragama lain yang senantiasa memakinya dengan menyuapkan makanan,orang tua buta itu tidak tahu bahwa yang menyuapinya adalah Nabi,kalau bukan dorongan ar-Rahman(maha pengasih),dan bagaimana pula Nabi membersihkan kotoran orang yang buang hajat di kain yang ada dirumahnya ketika bertamu,kalau bukan dorongan dari sifat Allah al-Quddus (Mahasuci) dan dorongan ash-Shabar (Maha Sabar).Bagaimana Nabi tabah menghadapi orang yang melempari dirinya dengan batu dan Nabi membalasnya dengan doa.adakah manusia yang memiliki hati dan emosi serta spiritual seperti Nabi Muhammad?semua itu,Nabi sikapi dengan empati yang berdasarkan Asma Allah dan bimbingan Allah.adakah manusia semulia Nabi yang pada saat-saat tertindas,dimusuhi,dan dihina ia ditawarkan bantuan oleh malaikat Jibril,untuk membalikkan gunung Uhud pada kaum yang melempari Nabi,namun tidak demikian Nabi membalasnya dengan lantunan doa :”Ya Allah tunjuki kaumku itu,karena sesungguhnyaa mereka tidak mengetahui apa yang aku sampaikan pada mereka”
“Ya Nur,Tuhan yang Maha Menerangi,
Banyak bintang yang berkelip-kelip,
Ada bulan yang bercahaya lembut,
Ada lentera di taman desa,
Dan ada cahaya lampu di tengah kota,
Tapi matahari cuma satu,
Cahanyanya menyinari semua,
Dialah Muhammad sang penerang hati.