“Bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging ,jika
ia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika ia buruh maka buruhkah seluruh
tubuh,ia adalah hati”
Hati
yang baik adalah apabila ia selarah dengan sifat-sifat mulia yang telah di
berikan Allah SWT kedalam rohani manusia,sifat mulia disini adalah dorongan
suara hati melalui 99 Asmaul Husna.hati pada dasarnya seperti gelas bening yang
bisa diisi dengan air bersih,keruh atau kotor.untuk menilai apakh yang masuk
suara hati bening atau kotor dibutuhkan bimbingan dari kekuatan diri manusia
yang mampu mengenal hakikat hati.tadi disebutkan suara hati itu bisa
ganda,antara bening atau kotor,mengapa?jawabannya adalah karena sumber suara
hati manusia itu ada dua,yaitu bisikan baik(malaikat)atau bisikan jahat(setan)keduanyaselalu
membisikkan hati manusia.malaikat membisikakan sesuatu menuju motivasi
tertinggi lagi mulia(taqwa),sedangkan setan membisikakan sesuatu menuju arah
motifasi rendah lagi hina(fujur,kefasikan)Allah SWT menyebutkan hal ini dalam
surah as-Syam,ayat 8-10:
‘Maka
Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan)kefasikan dan ketakwaan.sesungguhnya
beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang
yang mengotorinya”
Hati dan suara yang keluar sangat
bergantung pada pemikiran manusi itu sendiri.apabila paradigmanya tauhid,maka
suara yang keluar dari hatinya adalah suara malaikat yang selaras dengan asma AllahSWT.tapi jika paradigma
kapitalis yang keluar adalah suara menghalalkan segala macam cara setan.
Paradigma tauhid sudah ditiupkan kedalam roh manusia sejak pertamakali roh itu
dihembuskan.namun roh yang bersih itu senantiasa digodasetan untuk melanggar
petunjuk-petunjuk Allah SWT,sebagaimana sumpah iblis :
“Karena
Engkau(Allah)telah menghukum saya tersesat,(maka) saya benar-benar
akan(menyesatkan)manusia dari jalan Engkau yang lurus”
Akibat sumpah itu ,golongan setan akan
terus mengotori kebersihan atau kefitrahan hati manusia karena”hati manusia ibarat cermin yang akan
mengkilat dan bercahayabila selalu dibersihkan dari berbagai noda dan dosa.Hujjatul Islam Imam Ghazali
Ketika Adam,manusia pertama
diciptakan.sebagaimana yang dijelaskan dalam al-quran surah al-Baqarah ,ayat
30-34,Allah memerintah kepada
malaikat untuk sujud (mengakui) adam
sebagai kalifah Allah di bumi.para malaikat sujud kepada adam kecuali
iblis.walapun mulanya mereka mempertanyakan keputusan Allah itu,namun setelah
Allah menjelaskan kepada malaikat bahwa adam telah diajarkan Allah ilmu tentang
semua nama yang bersumber dari Allah,termasuk mengenal alam semesta ini melalui
sifat Allah (al-‘alim),para malaikatpun mengakui eksistensi adam.sementara itu
setan tetap tidak mau sujud dan membangkang.Walapun demikian dosa yang manusia
perbuat dapat menutupi hati untuk mengaktualisasikan nilai
kejujuran,ketulusan,kesabaran,kasih sayang dan sifat-siffat baik lainnya
sementara jika hati manusia ikhlas di tambah dengan dzikir dan bersangka baik
terhadap Allah SWT,hal itu mendorong hati untuk berselaras dengan sifat-sifat
mulia Allah,sebagaimana penegasan Iblis,”Aku tidak bisa menyesatkan hamba-hamba
Allah yang Muklis(taat kepada Allah)”.
Hati orang yang muklis itu seperti
kaca,sebagaimana Imam Ghazali,menganalogikan hati sebagai kaca,dosa sebagai
debu, dan kebaikan sebagai nur.apabila kaca itu bersih dari debu maka nur akan
memancar dari kaca itu.sebaliknya ,jika kaca penuh debu,maka sinar tidak mampu
menembus kaca itu.demikian halnya dengan hati manusia.
Jadi bersihkan selalu kaca hati dengan
memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.dengan dzikir semoga hati dapat dibersihkan dari
debu-debu yang menutupinya sehingga suatu saat nur itu akan menembus dan
menerangi jiwa manusia,:
“Allah adalah cahaya langit dan
bumi,perumpamaan cahaya-Nya adalah ibarat misykat(seperti lobang pada
dinding).Dalam misykat itu ada pelita(lampu).Pelita itu dalam kaca.Kaca itu
laksana bintang berkilau.Dinyalakan dengan minyak pohon yang
diberkati.(yaitu)hampir-hampir menyala dengan sendirinya,walau tiada api
menyentuhnya.Cahaya diatas cahaya!Allah menuntun kepada cahanyanya,sesiapa saja
yang ia kehendaki.Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia.Sungguh Allah
mengetahui segala sesuatu.”an-Nur
25-35
Sebagaimana hati Nabi mulia Muhammad
SAW,yang memeperlakuhkan orang tua buta baragama lain yang senantiasa memakinya
dengan menyuapkan makanan,orang tua buta itu tidak tahu bahwa yang menyuapinya
adalah Nabi,kalau bukan dorongan ar-Rahman(maha pengasih),dan bagaimana pula
Nabi membersihkan kotoran orang yang buang hajat di kain yang ada dirumahnya
ketika bertamu,kalau bukan dorongan dari sifat Allah al-Quddus (Mahasuci) dan
dorongan ash-Shabar (Maha Sabar).Bagaimana Nabi tabah menghadapi orang yang
melempari dirinya dengan batu dan Nabi membalasnya dengan doa.adakah manusia
yang memiliki hati dan emosi serta spiritual seperti Nabi Muhammad?semua itu,Nabi
sikapi dengan empati yang berdasarkan Asma Allah dan bimbingan Allah.adakah
manusia semulia Nabi yang pada saat-saat tertindas,dimusuhi,dan dihina ia
ditawarkan bantuan oleh malaikat Jibril,untuk membalikkan gunung Uhud pada kaum
yang melempari Nabi,namun tidak demikian Nabi membalasnya dengan lantunan doa :”Ya Allah tunjuki kaumku itu,karena
sesungguhnyaa mereka tidak mengetahui apa yang aku sampaikan pada mereka”
“Ya
Nur,Tuhan yang Maha Menerangi,
Banyak
bintang yang berkelip-kelip,
Ada
bulan yang bercahaya lembut,
Ada
lentera di taman desa,
Dan
ada cahaya lampu di tengah kota,
Tapi
matahari cuma satu,
Cahanyanya
menyinari semua,
Dialah
Muhammad sang penerang hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar