Pondok pesantren Darul Umam yang terletak di
Ponorogo,jawa tengah ini selalu dipenuhi jama’ah santri yang ingin menuntut
ilmu,khususnya Ilmu agama Islam..Pondok yang dipimpin oleh KH Umam Harari ini selain memberi pendalaman tentang Islam
juga memberikan pelajaran umum lainnya,umumnya
para santri berasal dari daerah
sekitar namun banyak juga santri yang berasal daru luar daerah seperti Ujang
yang asli bandung, dan Hanif dari Jakarta
serta sumpomo dari Yogyakarta dan banyak santri-santri lain.
Hanif yang baru beberapa hari masuk pesantren masih
belum terlalu banyak teman selain anak mama,Hanif juga anaknya pendiam.namun
Hanif mempunyai cita-cita yang sangat mulia,dia ingin menjadi Dai kondang
seantero nusantara.
Ujang dan Sumpomo adalah kawan satu kamar
Hanif,sebelumnya Hanif merasa kurang akur dengan Ujang maapun Sumpomo namun
kelama –kelamaan mereka bisa bersahabat baik.tidak bisa dielakan sebab mau
tidak mau, suka maupun tidak suka mereka adalah kawan seperjuangan.
Sesaat setelah mengikuti pelajaran pembuka
Hanif kembali ke kamar dan mengambil kaleng susu ditasnya. Beberapa
kaleng susu yang dibawakan oleh ibu Hanif dan
beberapa makanan ringan menemani jam istirahat Hanif.dengan asyiknya Hanif
memasukkan makanan dan minuman kedalam mulutnya.
“kumaha atuh,makan ga ngajak-ngajak kamu nif? gerutu
Ujang yang sesegera menghampiri Hanif
“kalian mau ikut makan? Sini “ajak Hanif sambil mengayunkan
tangannya
Ujang dan Sumpomo ikut makan dan minum susu yang
Hanif tawarkan.mereka merasakan nikmatnya saling memberi setelah makanan yang
mereka bawa saling bertukaran untuk dimakan bersama.
Setelah beberapa bulan Hanif menjadi sosok yang
berbeda jauh dari pertama masuk pesantren . kini Hanif menjadi sosok yang
berani dan ulet dalam berberda dengan ujang dan sumpomo yang lebih tekun di
bidang seni
“kita besok ada jam seni atuh Pomo?tanya Ujang
sambil memejamkan mata untuk sesegera beristirahat
“lah iyo besok kita ada seni Peran untuk mengisi
acara perpisahan anak – anak kelas 3 to”jawab Sumpomo dengan tegas
Ujang mengangguk sambil tersenyum tipis.
Hanif merasa betah tinggal di pesantren Darul Umam
setelah beberapa kali memberi kabar orang tua dikampung Hanif berjanji akan
menjadi Dai mengikuti Jejak ayahnya
Hanif hari itu tidak mengikuti pelajaran tambahan
yang diberikan pesantren,Hanif berencana ingin mengulang pelajaran
dikamar,berbeda dengan Ujang dan Sumpomo yang aktif dibidang seni peran.baru
beberapa menghafal ayat- ayat Hanif teringat guru ngajinya di Jakarta.walaupun
asli Jakarta tetapi bapak Hanif asli solo.sehingga logat jawa sedikit melekat
di diri Hanif .cerita guru ngaji Hanif yang membuat dia ingin terus menggali
Islam lebih dalam.selain Hanif anak dari Pak Kyai di Jakarta namun tidak serta
merta Hanif akan menjadi sosok seperti ayahnya.namun mungkin juga Hanif akan jauh
lebih hebat dari ayahnya.
“waktu itu pak RT datang ke rumah pak kyai yang
tidak jauh dari tempat syukuran haji diadakan.sebelumnya pak RT sudah
mengundang pak kyai untuk datang tepat waktu namun.sampai acara akan dimuali
pak kyai belum juga datang.setelah mengetahui bahwa pak kyai sedang tidak enak
badan dirumahnya pak TR bingung mau memcari pengganti pak kyai untuk mengisi
tausiah di syukuran tersebut.sampai akhirnya pak kyai mengajukan usul supaya
anaknya saja yang mengisi acara tersebut.tanpa pikir panjang pak RT pun
mengiyakan tawan itu.
“fulann”teriak pak kyai memanggil fulang yang sedang asyik main game di kamarnya
“iya pak”jawab Fulan
“ini ada pak RT,beliau mengundang bapak untuk
mengisi acara syukuran Haji,tapi berhubung bapak sedang tidak enak badan,bapak
minta tolong Fulan yang menggantikan Bapak mengisi tausiah.bagaimana kamu bisa
nak?tanya pak kyai dengan penuh harap
Sebelum menjawab Fulan berpikir kalau misalnya saya
mengiyakan permintaan bapak,saya akan malu habis-habisan karena saya belum
cukup ilmu untuk memberikan tausiah,tapi apabila saya tidak mengiyakan akan
lebih malu lagi saya didepan bapak dan juga pak RT ~_~
“Iya pak Fulan siap,kapan acaranya
dilaksanakan?”jawab Fulan setelah beberapa saat memikirkan keputusannya itu
“Sekarang” jawab pak RT dengan senyum renyahnya
Fulan dan Pak RT bergegas menuju tempat
acara.singkat cerita protocol pembawa acara memanggil Fulan untuk naik mimbar
dan memberikan tausiah nya .
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam
yang diucapkan Fulan pun terdengar lebih keras dan kurang jelas pelafalannya
Serentak tamu dan para undangan menjawab salam Fulan
secara bebarengan.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar bapak dan
ibu sudah paham atau belum ? Fulan mengawali tausiahnya dengan sebuah pertanyaan
yang membuat para tamu kebingungan
Serentak tamu – tamu pun menjawab belum paham ,
dengan seenaknya Fulan pun membalas jawaban dari para tamu
“kalau belum paham percuma saya bertausiah
disini”Fulan turun mimbar setelah mengakhiri jawabanya dengan salam.
Tamu undangan dan masyarakat merasa kecewa dengan
anak pak kyai tersebut.karena merasa kecewa sehingga pak RT minta ganti rugi
untuk mengisi tausiah dari pak kyai.tetapi sesampai disana ternyata pak kyai
belum sembuh total akhirnya setelah pak kyai meminta maaf dan memberi saran
kalau misalnya si Fulan menyanyakan pertanyaan seperti itu lagi jawab saja sudah
paham nanti pasti si Fulan akan menjelaskannya.Pak RT pun mengangguk tanda
paham apa yang dijelaskan pak kyai
Beberapa saat kemudian Fulan dan Pak RT berangkat menuju acara yang sama.dan
seperti biasa protocol menyeru kepada Fulan untuk segera naik mimbar.setelah
memperbaiki mikropon yang ada didepannya Fulan mengucapkan salam yang tidak
jauh beda seperti salam sebelumnya.dan tamu-tamupun menjawab secara
kompak,setelah sebelumnya pak RT sudah memberitahu jawaban apa yang harus
dijawab ketika Fulan melontarkan pertanyaan.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar,bapak serta
ibu sudah paham atau belum?”tanya Fulan dengan nada yang tidak jauh beda
seperti sebelumnya.
Bapak serta ibu serentak menjawab sudah paham,dengan
harapan fulan akan menjelaskan apa yang sudah dipahami bapak dan ibu
semuanya.namun apa yang terjadi setelah bapak dan ibu menjawab pertanyaan fulan.
“kalau sudah paham percuma saja saya diundang untuk
bertausiah disini”jawan fulan sambil menutupnya dengan salam serta beranjak
pulang.untung saja para tamu tidak serta merta marah dan memuli Fulan yang
seenaknya saja langsung pergi
Pak RT yang melihat kelakuan Fulan semangkin kesal
dan ingin meminta pertanggung jawaban dari pak kyai.setelah dua kali acaranya
gagal dengan tausiah yang diisi Fulan .Pak RT pun datang mengunjungi pak kyai
untuk meminta mengisi tausiah dalam acara yang sama pula.setelah menjelaskan
kelakuan Fulan terhadap pak kyai.Pak RT pun meminta pak kyai yang mengisi
tausiah tersebut,namun karena pak kyai masih belum sembuh akhirnya Fulan yang
akan menggantikan tausiah itu lagi.dengan catatan yang sudah dikantongi pak RT.singkat
cerita Fulan dan pak RT menuju tempat acara.
“Assamu’alaikum warohmatullahi wabarokatu”salam yang diucapkan Fulan semakin fasih setelah
beberapa kali mengucapkan salamnya di mimbar
Tamu dan para undangan pun menjawab salam dengan
serempak.seperti biasa Fulan pun mengwali tausiah dengan pertanyaan yang sama.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar apakah bapak
dan ibu sudah paham”? pertanyaan yang sudah menjadi andalan Fulan
Bapak – bapak pun menjawab sudah paham,sedangkan ibu
– ibu menjawab belum paham,jawaban yang sebelumnya sudah diberitahu oleh pak RT
itu sempat membuat Fulan bingung namun Fulan pun dengan sigap menjawab.
“kalau bapak – bapak sudah paham dan ibu – ibu belum
paham ,silahkan ibu – ibu bertanya kepada bapak – bapak dan bapak-bapak
menjelaskannya kepada ibu-ibu , sekian dari saya wassalammu’alaikum
warohmatullahi wabarokatu.turun mimbar pulang.
“Haniff” teriakan Ujang membuyarkan lamunan hanif
,sedangkan Hanif hanya bisa tersenyum mengingat-ingat apa yang baru saja dia
lamunkan.
“ih kumaha atuh malah bengong .ayo buruan nanti kita
telat”Ujang menyeret tangan hanif
Sesaat kemudian kedua kawan itu berangkat menuju
ruang belajar,sedangkan sumpomo sudah berada disana lebih awal.mereka dan kawan
lain belajar dengan khitmat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar