Senin, 10 Desember 2012

Suara Hati



“Bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging ,jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika ia buruh maka buruhkah seluruh tubuh,ia adalah hati”

            Hati yang baik adalah apabila ia selarah dengan sifat-sifat mulia yang telah di berikan Allah SWT kedalam rohani manusia,sifat mulia disini adalah dorongan suara hati melalui 99 Asmaul Husna.hati pada dasarnya seperti gelas bening yang bisa diisi dengan air bersih,keruh atau kotor.untuk menilai apakh yang masuk suara hati bening atau kotor dibutuhkan bimbingan dari kekuatan diri manusia yang mampu mengenal hakikat hati.tadi disebutkan suara hati itu bisa ganda,antara bening atau kotor,mengapa?jawabannya adalah karena sumber suara hati manusia itu ada dua,yaitu bisikan baik(malaikat)atau bisikan jahat(setan)keduanyaselalu membisikkan hati manusia.malaikat membisikakan sesuatu menuju motivasi tertinggi lagi mulia(taqwa),sedangkan setan membisikakan sesuatu menuju arah motifasi rendah lagi hina(fujur,kefasikan)Allah SWT menyebutkan hal ini dalam surah as-Syam,ayat 8-10:

            ‘Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan)kefasikan dan ketakwaan.sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”

Hati dan suara yang keluar sangat bergantung pada pemikiran manusi itu sendiri.apabila paradigmanya tauhid,maka suara yang keluar dari hatinya adalah suara malaikat yang selaras  dengan asma AllahSWT.tapi jika paradigma kapitalis yang keluar adalah suara menghalalkan segala macam cara setan. Paradigma tauhid sudah ditiupkan kedalam roh manusia sejak pertamakali roh itu dihembuskan.namun roh yang bersih itu senantiasa digodasetan untuk melanggar petunjuk-petunjuk Allah SWT,sebagaimana sumpah iblis :

            “Karena Engkau(Allah)telah menghukum saya tersesat,(maka) saya benar-benar akan(menyesatkan)manusia dari jalan Engkau yang lurus”

Akibat sumpah itu ,golongan setan akan terus mengotori kebersihan atau kefitrahan hati manusia karena”hati manusia ibarat cermin yang akan mengkilat dan bercahayabila selalu dibersihkan dari berbagai noda dan dosa.Hujjatul Islam Imam Ghazali

Ketika Adam,manusia pertama diciptakan.sebagaimana yang dijelaskan dalam al-quran surah al-Baqarah ,ayat 30-34,Allah  memerintah kepada malaikat  untuk sujud (mengakui) adam sebagai kalifah Allah di bumi.para malaikat sujud kepada adam kecuali iblis.walapun mulanya mereka mempertanyakan keputusan Allah itu,namun setelah Allah menjelaskan kepada malaikat bahwa adam telah diajarkan Allah ilmu tentang semua nama yang bersumber dari Allah,termasuk mengenal alam semesta ini melalui sifat Allah (al-‘alim),para malaikatpun mengakui eksistensi adam.sementara itu setan tetap tidak mau sujud dan membangkang.Walapun demikian dosa yang manusia perbuat dapat menutupi hati untuk mengaktualisasikan nilai kejujuran,ketulusan,kesabaran,kasih sayang dan sifat-siffat baik lainnya sementara jika hati manusia ikhlas di tambah dengan dzikir dan bersangka baik terhadap Allah SWT,hal itu mendorong hati untuk berselaras dengan sifat-sifat mulia Allah,sebagaimana penegasan Iblis,”Aku tidak bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang Muklis(taat kepada Allah)”.

Hati orang yang muklis itu seperti kaca,sebagaimana Imam Ghazali,menganalogikan hati sebagai kaca,dosa sebagai debu, dan kebaikan sebagai nur.apabila kaca itu bersih dari debu maka nur akan memancar dari kaca itu.sebaliknya ,jika kaca penuh debu,maka sinar tidak mampu menembus kaca itu.demikian halnya dengan hati manusia.

Jadi bersihkan selalu kaca hati dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.dengan  dzikir semoga hati dapat dibersihkan dari debu-debu yang menutupinya sehingga suatu saat nur itu akan menembus dan menerangi jiwa manusia,:

            “Allah adalah cahaya langit dan bumi,perumpamaan cahaya-Nya adalah ibarat misykat(seperti lobang pada dinding).Dalam misykat itu ada pelita(lampu).Pelita itu dalam kaca.Kaca itu laksana bintang berkilau.Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati.(yaitu)hampir-hampir menyala dengan sendirinya,walau tiada api menyentuhnya.Cahaya diatas cahaya!Allah menuntun kepada cahanyanya,sesiapa saja yang ia kehendaki.Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia.Sungguh Allah mengetahui segala sesuatu.”an-Nur 25-35

Sebagaimana hati Nabi mulia Muhammad SAW,yang memeperlakuhkan orang tua buta baragama lain yang senantiasa memakinya dengan menyuapkan makanan,orang tua buta itu tidak tahu bahwa yang menyuapinya adalah Nabi,kalau bukan dorongan ar-Rahman(maha pengasih),dan bagaimana pula Nabi membersihkan kotoran orang yang buang hajat di kain yang ada dirumahnya ketika bertamu,kalau bukan dorongan dari sifat Allah al-Quddus (Mahasuci) dan dorongan ash-Shabar (Maha Sabar).Bagaimana Nabi tabah menghadapi orang yang melempari dirinya dengan batu dan Nabi membalasnya dengan doa.adakah manusia yang memiliki hati dan emosi serta spiritual seperti Nabi Muhammad?semua itu,Nabi sikapi dengan empati yang berdasarkan Asma Allah dan bimbingan Allah.adakah manusia semulia Nabi yang pada saat-saat tertindas,dimusuhi,dan dihina ia ditawarkan bantuan oleh malaikat Jibril,untuk membalikkan gunung Uhud pada kaum yang melempari Nabi,namun tidak demikian Nabi membalasnya dengan lantunan doa :”Ya Allah tunjuki kaumku itu,karena sesungguhnyaa mereka tidak mengetahui apa yang aku sampaikan pada mereka”
“Ya Nur,Tuhan yang Maha Menerangi,
Banyak bintang yang berkelip-kelip,
Ada bulan yang bercahaya lembut,
Ada lentera di taman desa,
Dan ada cahaya lampu di tengah kota,
Tapi matahari cuma satu,
Cahanyanya menyinari semua,
Dialah Muhammad sang penerang hati.

Sabtu, 10 November 2012

Ilmu Turunan


Pondok pesantren Darul Umam yang terletak di Ponorogo,jawa tengah ini selalu dipenuhi jama’ah santri yang ingin menuntut ilmu,khususnya Ilmu agama Islam..Pondok yang dipimpin oleh KH Umam Harari  ini selain memberi pendalaman tentang Islam juga memberikan pelajaran umum lainnya,umumnya  para santri  berasal dari daerah sekitar namun banyak juga santri yang berasal daru luar daerah seperti Ujang yang asli bandung, dan Hanif dari Jakarta  serta sumpomo dari Yogyakarta dan banyak santri-santri lain.
Hanif yang baru beberapa hari masuk pesantren masih belum terlalu banyak teman selain anak mama,Hanif juga anaknya pendiam.namun Hanif mempunyai cita-cita yang sangat mulia,dia ingin menjadi Dai kondang seantero nusantara.

Ujang dan Sumpomo adalah kawan satu kamar Hanif,sebelumnya Hanif merasa kurang akur dengan Ujang maapun Sumpomo namun kelama –kelamaan mereka bisa bersahabat baik.tidak bisa dielakan sebab mau tidak mau, suka maupun tidak suka mereka adalah kawan seperjuangan.
Sesaat setelah mengikuti pelajaran pembuka Hanif  kembali ke kamar dan  mengambil kaleng susu ditasnya. Beberapa kaleng susu yang dibawakan oleh ibu Hanif dan  beberapa makanan ringan menemani jam istirahat Hanif.dengan asyiknya Hanif memasukkan makanan dan minuman kedalam mulutnya.
Ngiekkkk suara pintu kamar terbuka,Ujang dan Sumpomo datang menghampiri hanif
“kumaha atuh,makan ga ngajak-ngajak kamu nif? gerutu Ujang yang sesegera menghampiri Hanif
“kalian mau ikut makan? Sini “ajak Hanif sambil mengayunkan tangannya
Ujang dan Sumpomo ikut makan dan minum susu yang Hanif tawarkan.mereka merasakan nikmatnya saling memberi setelah makanan yang mereka bawa saling bertukaran untuk dimakan bersama.
Setelah beberapa bulan Hanif menjadi sosok yang berbeda jauh dari pertama masuk pesantren . kini Hanif menjadi sosok yang berani dan ulet dalam berberda dengan ujang dan sumpomo yang lebih tekun di bidang seni
“kita besok ada jam seni atuh Pomo?tanya Ujang sambil memejamkan mata untuk sesegera beristirahat
“lah iyo besok kita ada seni Peran untuk mengisi acara perpisahan anak – anak kelas 3 to”jawab Sumpomo dengan tegas
Ujang mengangguk sambil tersenyum tipis.
Hanif merasa betah tinggal di pesantren Darul Umam setelah beberapa kali memberi kabar orang tua dikampung Hanif berjanji akan menjadi Dai mengikuti Jejak ayahnya
Hanif hari itu tidak mengikuti pelajaran tambahan yang diberikan pesantren,Hanif berencana ingin mengulang pelajaran dikamar,berbeda dengan Ujang dan Sumpomo yang aktif dibidang seni peran.baru beberapa menghafal ayat- ayat Hanif teringat guru ngajinya di Jakarta.walaupun asli Jakarta tetapi bapak Hanif asli solo.sehingga logat jawa sedikit melekat di diri Hanif .cerita guru ngaji Hanif yang membuat dia ingin terus menggali Islam lebih dalam.selain Hanif anak dari Pak Kyai di Jakarta namun tidak serta merta Hanif akan menjadi sosok seperti  ayahnya.namun mungkin juga Hanif akan jauh lebih hebat dari ayahnya.
“waktu itu pak RT datang ke rumah pak kyai yang tidak jauh dari tempat syukuran haji diadakan.sebelumnya pak RT sudah mengundang pak kyai untuk datang tepat waktu namun.sampai acara akan dimuali pak kyai belum juga datang.setelah mengetahui bahwa pak kyai sedang tidak enak badan dirumahnya pak TR bingung mau memcari pengganti pak kyai untuk mengisi tausiah di syukuran tersebut.sampai akhirnya pak kyai mengajukan usul supaya anaknya saja yang mengisi acara tersebut.tanpa pikir panjang pak RT pun mengiyakan tawan itu.
“fulann”teriak pak kyai memanggil fulang yang  sedang asyik main game di kamarnya
“iya pak”jawab Fulan
“ini ada pak RT,beliau mengundang bapak untuk mengisi acara syukuran Haji,tapi berhubung bapak sedang tidak enak badan,bapak minta tolong Fulan yang menggantikan Bapak mengisi tausiah.bagaimana kamu bisa nak?tanya pak kyai dengan penuh harap
Sebelum menjawab Fulan berpikir kalau misalnya saya mengiyakan permintaan bapak,saya akan malu habis-habisan karena saya belum cukup ilmu untuk memberikan tausiah,tapi apabila saya tidak mengiyakan akan lebih malu lagi saya didepan bapak dan juga pak RT ~_~
“Iya pak Fulan siap,kapan acaranya dilaksanakan?”jawab Fulan setelah beberapa saat memikirkan keputusannya itu
“Sekarang” jawab pak RT dengan senyum renyahnya
Fulan dan Pak RT bergegas menuju tempat acara.singkat cerita protocol pembawa acara memanggil Fulan untuk naik mimbar dan memberikan tausiah nya .
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” salam yang diucapkan Fulan pun terdengar lebih keras dan kurang jelas pelafalannya
Serentak tamu dan para undangan menjawab salam Fulan secara bebarengan.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar bapak dan ibu sudah paham atau belum ? Fulan mengawali tausiahnya dengan sebuah pertanyaan yang membuat para tamu kebingungan
Serentak tamu – tamu pun menjawab belum paham , dengan seenaknya Fulan pun membalas jawaban dari para tamu
“kalau belum paham percuma saya bertausiah disini”Fulan turun mimbar setelah mengakhiri jawabanya dengan salam.
Tamu undangan dan masyarakat merasa kecewa dengan anak pak kyai tersebut.karena merasa kecewa sehingga pak RT minta ganti rugi untuk mengisi tausiah dari pak kyai.tetapi sesampai disana ternyata pak kyai belum sembuh total akhirnya setelah pak kyai meminta maaf dan memberi saran kalau misalnya si Fulan menyanyakan pertanyaan seperti itu lagi jawab saja sudah paham nanti pasti si Fulan akan menjelaskannya.Pak RT pun mengangguk tanda paham apa yang dijelaskan pak kyai
Beberapa saat kemudian Fulan dan  Pak RT berangkat menuju acara yang sama.dan seperti biasa protocol menyeru kepada Fulan untuk segera naik mimbar.setelah memperbaiki mikropon yang ada didepannya Fulan mengucapkan salam yang tidak jauh beda seperti salam sebelumnya.dan tamu-tamupun menjawab secara kompak,setelah sebelumnya pak RT sudah memberitahu jawaban apa yang harus dijawab ketika Fulan melontarkan pertanyaan.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar,bapak serta ibu sudah paham atau belum?”tanya Fulan dengan nada yang tidak jauh beda seperti sebelumnya.
Bapak serta ibu serentak menjawab sudah paham,dengan harapan fulan akan menjelaskan apa yang sudah dipahami bapak dan ibu semuanya.namun apa yang terjadi setelah bapak dan ibu menjawab pertanyaan fulan.
“kalau sudah paham percuma saja saya diundang untuk bertausiah disini”jawan fulan sambil menutupnya dengan salam serta beranjak pulang.untung saja para tamu tidak serta merta marah dan memuli Fulan yang seenaknya saja langsung pergi
Pak RT yang melihat kelakuan Fulan semangkin kesal dan ingin meminta pertanggung jawaban dari pak kyai.setelah dua kali acaranya gagal dengan tausiah yang diisi Fulan .Pak RT pun datang mengunjungi pak kyai untuk meminta mengisi tausiah dalam acara yang sama pula.setelah menjelaskan kelakuan Fulan terhadap pak kyai.Pak RT pun meminta pak kyai yang mengisi tausiah tersebut,namun karena pak kyai masih belum sembuh akhirnya Fulan yang akan menggantikan tausiah itu lagi.dengan catatan yang sudah dikantongi pak RT.singkat cerita Fulan dan pak RT menuju tempat acara.
“Assamu’alaikum warohmatullahi wabarokatu”salam  yang diucapkan Fulan semakin fasih setelah beberapa kali mengucapkan salamnya di mimbar
Tamu dan para undangan pun menjawab salam dengan serempak.seperti biasa Fulan pun mengwali tausiah dengan pertanyaan yang sama.
“sebelum saya menjelaskan panjang lebar apakah bapak dan ibu sudah paham”? pertanyaan yang sudah menjadi andalan Fulan
Bapak – bapak pun menjawab sudah paham,sedangkan ibu – ibu menjawab belum paham,jawaban yang sebelumnya sudah diberitahu oleh pak RT itu sempat membuat Fulan bingung namun Fulan pun dengan sigap menjawab.
“kalau bapak – bapak sudah paham dan ibu – ibu belum paham ,silahkan ibu – ibu bertanya kepada bapak – bapak dan bapak-bapak menjelaskannya kepada ibu-ibu , sekian dari saya wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatu.turun mimbar pulang.
“Haniff” teriakan Ujang membuyarkan lamunan hanif ,sedangkan Hanif hanya bisa tersenyum mengingat-ingat apa yang baru saja dia lamunkan.
“ih kumaha atuh malah bengong .ayo buruan nanti kita telat”Ujang menyeret tangan hanif
Sesaat kemudian kedua kawan itu berangkat menuju ruang belajar,sedangkan sumpomo sudah berada disana lebih awal.mereka dan kawan lain belajar dengan khitmat

Kamis, 11 Oktober 2012

Hal - Hal yang Sulit Diungkapkan Oleh Wanita

Ketika seorang wanita berbicara denganmu sambil menatapmu sampai ke dalam matamu, secara tidak langsung dia ingin mengatakan kepadamu bahwa dia ingin memasuki kehidupanmu dan
 ada di hari-harimu.

Ketika seorang wanita tidak bosan -bosannya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal  -hal yang menurutmu sepele dia tidak sedang
berusaha menjadi ibu yang ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin memberimu perhatian.

Ketika seorang wanita mulai jengkel saat kamu terlalu asik dengan hobi atau dengan teman - temanmu dia tidak sedang menjadi seorang yang egois, dia hanya ingin sedikit perhatian darimu.

Ketika seorang wanita mulai marahmarah tanpa sebab dan berbicara tidak karuan dia sedang menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.

Ketika seorang wanita mulai berteman dekat dengan temantemanmu dia tidak sedang berniat ingin tahu dan mencampuri urusanmu. dia hanya ingin mengenal lingkunganmu dan ingin merasa diterima oleh temantemanmu.

Ketika seorang wanita mulai dekat dengan pria lain dan dia secara terangterangan memberitahumu dia tidak sepenuhnya ingin meninggalkan atau melupakanmu. Dia hanya sedang mencari sosok dirimu dalam diri orang lain. Dan sebenarnya dia hanya ingin kamu merasa sedikit cemburu.

Ketika seorang wanita ingin kamu melakukan sesuatu untuknya dan menyuruhmu berjanji untuknya dia ingin melihat kesungguhanmu untuk benarbenar menepati janjimu, bukan orang lain, bahkan bila orang lain bisa memberikan yang lebih darimu.

Ketika seorang wanita menertawakan kesalahan atau kekonyolanmu, dia tidak sedang menertawakan kebodohanmu, dia hanya mencoba mengenal dan melihat sisi lain dari dirimu, dan mencoba menerima kekuranganmu.

Ketika seorang wanita melihat seseorang yang disayanginya sedang berjuang meraih sesuatu dia sebenarnya tidak akan hanya diam. Dia mengkhawatirkan keadaanmu. Dia berusaha menjadi penyemangatmu, membangunkanmu terlalu pagi, dan tidak pernah berhenti berdoa untuk keberhasilanmu.

Ketika wanita sedang menghadapi masalah dan yang bisa dia lakukan hanyalah diam yang dia butuhkan sebenarnya bukan katakata penghibur darimu. Yang benarbenar dia inginkan hanyalah kamu ada bersamanya, dan menemaninya di sampingnya.


#Jemput Aku Menjadi Bidadarimu 

Jumat, 05 Oktober 2012

Renungan untukku, untukmu dan untuk kita semua.


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
... Oleh : Al-Madinatul Siti Munawwaroh

Jangan lupa baca Bismillahirrahmanirrahim… sebelum membacanya yah….

Karena aku begitu mecintai apa-apa yang telah Allah berikan padaku, tidaklah apa yang Allah berikan ku sia-siakan dengan percuma…
Allah indahkan aku dengan bentuk yang rupawan untuk di jaga kehormatannya bukan ku jual dengan murahnya…

Tak ada niat sedikit pun untuk menjadi terlihat baik di mata manusia, karena ku sadari bahwa sikap riya’ siap kapan saja membuat aku terjatuh dalam fanannya dunia yang sementara ini…

Sahabatku…
Tahukah engkau berapa pasang mata yang setia mengiringimu ketika kau keluar dari rumah ?
Relakah AURAT mu terbuka begitu saja dan dinikmati para manusia itu ?
Siapakah yang bersalah atas apa yang terjadi ini ??
Merekakah yang melihat AURAT mu yang SENGAJA engkau tampakkan tanpa rasa berdosa itu ??
Ataukah diri kita yang dengan sengaja mempertontonkannya di khalayak ramai ?

Sahabatku…
Karena aku begitu mencintai kalian lil ‘alaamiin…
Maka takkan ku biarkan engkau larut dalam kesenangan dunia yang hanya sementara ini.
Apa yang hendak kita cari di dunia ?
Padahal, kita tak pernah tau sampai kapan nafas kita berhembus…

Banyak argument yang masuk ketika kita ingin merubah diri menjadi yang lebih baik,
Itulah manusia ya ukhty….
Tiada yang salah memang, karena hidup adalah pilihanmu.
Namun ??
Apakah engkau harus melepas identitasmu sebagai muslimah dengan mengingkari firman Allah ?? …

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Sahabatku…
Jika engkau menunggu kesempurnaan agar engkau mampu menutup auratmu, ingatlah … !
Kesempurnaan hanya milik Allah semata.
Jika engkau masih menunggu waktu yang tepat untuk berubah… yakinlah..
Tidak akan ada waktu yang tepat untuk engkau berubah. Sekaranglah waktu yang tepat untuk engkau berubah…

Hidayah itu di cari ukhty…
Bukan di tunggu…

Anggun muslimah bukan karena tubuhnya yang elok,
Tapi anggun muslimah adalah sejauh mana ia menjaga keelokkan tubuhnya…

Jadilah muslimah yang anggun yang melaksanakan perintah Allah
Yang taat pada Nabinya… yang menjaga marwahnya…

I LoVE HIJAB CAUSE I’M MUSLIMAH !

Selesai baca…. Tutup dengan Alhamdulillah..
Semoga dapat di ambil manfaatnya…

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


by Al-madinatul Siti Munawaroh

Selasa, 02 Oktober 2012

ketika kematian terasa begitu dekat


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahir rahmanir rahiim.
,
            Alhamdulillah,senang  rasanya bisa mengikuti lomba menulis ini, saya tertarik dengan cara dakwah kak oki yang slow tapi keliatan, yang biasa saja tapi hasilnya luar biasa , karena sedikit  banyak orang khususnya remaja muslimah dan juga muslim lebih terinspirasi untuk mengenal Tuhan-Nya,dan lebih ingin mengenal dan menggali lebih dalam lagi untuk mengenal islam tentunya,setelah berulang kali saya membaca buku-buku dari kak oki, saya jadi berkeinginan menjadi seperti seorang yang bermanfaat terutama untuk agama , saya sangat terinspirasi yeah , next ini  yang pertama kalinya  saya mencoba menulis karena sebelumnya saya kurang begitu mahir dalam menulis.dan kebetulan tema yang kak oki ambil untuk lomba  kali ini adalah ketika kematian terasa begitu dekat , sungguh berbicara tentang kematian rasanya sesak sekali nafas ini untuk mengucapkannya, padahal memang benar bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepadaNya
                        Sedikit bingung ingin memulai nya dari mana karna di umur saya yang sudah hampir kepala dua ini, apa yang bisa saya berikan untuk orang sekitar,keluarga ,sahabat dan tentunya untuk agama, apa keberadaan saya banyak  memberi manfaat untuk orang sekitar. atau justru sebaliknya ? sungguh saya  termasuk orang yang merugi apabila mensia – siakan waktu ini, karena detik dan harinya nanti akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,sungguh detik ini dengan saya  bisa merasakan hembusan nafas,itu sudah menunjukkan begitu besar nikmat karunia-Mu , Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
            Mengingat pada bulan Desember 2004 lalu , saudara muslim kita di sapa oleh Allah SWT, dengan sapaan yang begitu mesranya ,yaitu badai Tsunami yang meluluhlantahkan Pantai Aceh dan sekitarnya,korban berjatuhan dari yang anak –anak hingga dewasa,berbaur dengan sampah dan puing-puing bangunan lainnya,tidak ada yang tersisa kecuali rumah Allah SWT,tidak sedikit nyawa – nyawa yang kembali kepadaNya, karena apa yang di kehendakiNya pasti terjadi,dan apa yang tidak di kehendakiNya mustahil akan terjadi,saya tidak bisa memprediksi kapan dan dimana Allah SWT mengambil apa yang menjadi milikNya,nyawa ini adalah titipan dan suatu saat nanti bukan tidak mungkin titipan itu akan di ambil oleh yang menitipkan yaitu Allah SWT,”Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali”
            Sungguh musibah itu mengingatkan saya akan pentingnya mengingat mati,agar selalu waspada dan teliti dalam melakuhkan SesuatuOrang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” Saya tidak bisa membayangkan ketika saat – saat nyawa kita akan di ambil dengan kasar kah atau dengan halus ,Ya Allah tak sanggup rasanya untuk meneteskan air mata ini,untuk yang kesekian kalinya,mengingat banyak sekali kekhilafan yang saya lakuhkan dan dosa yang bertumpuk – tumpuk , andaikata dosa itu berupa benjolan ,mungkin tidak akan cukup tubuh ini untuk menompangnya ,na’udzubilla ,tapi sungguh Maha Kuasa Engkau, yang telah menutupi dosa – dosa ini dengan begitu pekatnya sehinggga mata telanjang tidak akan bisa melihat seberapa besar dosa itu,saya jadi merasa malu terhadapMu,atas nikmat yang berjubel-jubel yang telah Engkau berikan terhadap saya , dan kenapa masih saja ada yang  tidak mau bersyukur atas nafas yang di berikan Allah SWT ,dan  kenapa tidak bisa di gunakan dengan sebaik mungkin untuk melakuhkan hal-hal yang positif ,sehingga saya terlupa di kala jatuh sakit dan nafas kita harus di gantikan dengan harga yang mahal di rumah sakit,betapa Allah itu Maha Kuasa yang telah memberikan hembusan nafas dengan gratis tanpa harus membayar mahal,janganlah kita termasuk orang yang mendustakan nikmat Allah SWT,seperti halnya nikmat cinta dan kasih yang Allah SWT berikan kepada kita ,nikmat sehat ini ,kenapa masih saja mengeluh,dan terkadang saya malu pada diri sendiri terutama kepada Allah SWT ,terlintas dalam hati yang paling dalam bahwa belum cukupkan dengan apa yang Allah berikan
            Mungkin saya sekarang masih menikmati nikmat sehat ini ,tapi besok ???,apakah saya masih bisa bernafas ? saya tidak bisa menjamin besok saya masih bisa melakuhkan aktifitas seperti biasa atau tidak ,karena tidak ada yang tau hari esok bukan !.Hanya Allah SWT yang tau hari esok akan seperti apa dan bagaimana keadaan saya ,,,meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya Lsaya takut ya Allah belum bisa mempertanggungjawabkan nikmat ini.
            Kadang tak terfikirkan , ketika tubuh rapuh ini terbujur kaku, ketika metahari tak mau lagi bersinar ,dan rembulan pun menghilang entah kemana,nafas ini sudah terhenti tidak ada lagi kata yang bisa saya ucapkan ,hanya ketakutan yang menghiasi jiwa ,manusiawi sekali bila saya pernah merasa sombong padahal apa yang harus di sombongkan sedangkan dalam tubuh ini penuh dengan kotoran ,tapi itu hanya tinggal penyesalan karena kenyataan di depan mata hanya bisa berharap Allah SWT masih memberi maaf dan ampunan agar diri ini tidak  jatuh kedalam siksaan TAPI segalanya telah terlambat ,nafas telah terputus,pintu maaf pun terputus pula ,seketika pula saya bertanya dalam hati .
Tak pernahkah saya ini mendengar ?bahwa dunia ini hanyalah tempat untuk mencari bekal untuk kehidupan abadi sesudah dunia ini,atau memang saya ini sedang di butakan kehidupan dunia yang memabukkan sehingga saya lupa diri,lupa tujuan …,sungguh saya akan sangat menyesal berakhir dalam siksaan yang kekal ,sebelum nafas ini terputus saya ingin bebenah diri,satu minggu sebelum hari ulang tahun yang ke-19 alhamdullillah saya berhijab “Bismillah”
            Memang bukan hal yang mudah untuk memulai kebaikan ,mungkin tidak jauh beda seperti kak oki banyak kritikan di sana sini ,tapi ketika saya berfikir ulang banyak sekali manfaat di balik hijab ini ,ketika yang lain sibuk nglurusin rambut, permak rambut segala macam itu  sama saja merubah ciptaan-Nya atau lebih tepatnya tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT titipkan,Astaghfirullaah
            Dan ada  hal penting mengapa hidup ini  harus di tanggapai dengan serius seperti halnya memakai hijab , karena dalam islam hijab itu adalah kewajiaban umat muslim perempuan,kadang saya berfikir nanti dulu aja kalau sudah menikah baru pake hijab ,padahal saya tidak tau usia saya akan sampai menikah atau tidak ,ya sebernarnya inti dari memakain hijab itu wajib jib jib ,itu artinya suka tidak suka , mau tidak mau, siap tidak siap yang namanya wajib ya harus di laksankan,karena saya fikir yang namanya wajib itu tidak harus menunggu kesiapan.
            Ketika itu saya kasih tau teman yang pada saat itu belum berhijab ,dia bilang kenapa harus maksa wajib pake hijab, sebenarnya saya tidak maksa waktu itu , lebih tepatnya nyuruh kali ya hehehe,….Namanya juga aturan ,di setiap Negara aja ada aturannya , bahkan dalam keluarga sekalipun itu ada aturannya,jadi kenapa tidak  kalau islam juga ada aturannJ
            Hemm ajal itu adalah sesuatu yang pasti akan menghapiri,saya tidak mau kalau kontrak usia di dunia ini habis ,tetapi pada saat itu saya belum melaksanakan kewajiban ,belum membekali perjalanan panjang, nantinya menuju akhirat,ibatarnya nya kita hanya numpang singgah di dunia ini , dan hidup yang kekal dan abadi  nantinya di akhirat bukan di sini, Memang harus senantiasa ingat kematian dan menjadikan kematian itu melekat dalam hati , karena hakekat hidup ini adalah menanti kematian , kamatian itu laksana pintu jadi setiap orang pasti akan melewati pitu itu apabila akan memasukinya,sejatinya kematian itu bukan kematian karena aka nada kehidupan lagi ,  dan  kematian itu hanya transit saja dari dunia menuju akhirat yang merupakan titik akhir hidup ini , subhanallah saya akan menghadapi kematian itu,tidak hanya saya tapi kita semua yang masih bernyawa pasti akan kembali kepadaNya .orang berakal pasti akan mengerti kewajiaban di dunia ini,hanya mampir ngombe,kata orang jawa,yaa……laksana musyafir yang berteduh di bawah pohon yang rindang yang bernama dunia .kalaukah musyafir itu tergiur akan kerindangan pohon sehingga lupa bahwa ia hanya berteduh sementara , dan  terlupa bahwa nantinya ia akan meninggalkan pohon rindang tersebut dan menuju kampung akhirat yang hakiki.sebernarnya apa yang saya banggakan di dunia ini kalaulah bukan amal sholeh yang akan saya bawa nantinya.
            Mengingat sakaratul maut perkara yang menyakitkan,ingin rasanya berbuat baik dan lebih baik lagi , sedikitpun tidak ingin mendzolimi diri sendiri maupun orang lain,begitu sakitnya sakaratul maut itu  dan lebih sakit daripada di penggal dengan pedang ,di gergaji atau bahkan di gunting L,jangankan saya manusia biasa ,orang mukmin, dan para Nabi Allah SWT pun merasakan sakit yang sama ketika menghadapi sakaratul maut,sungguh Allah SWT maha mengetahui dan maha kuasa atas segala sesuatuNya
            Nabi Muhammad Saw,bersabda ‘Demi Allah SWT yang menggemgam jiwaku,sesungguhnya melihat Malaikat maut itu lebih dahsyat dari pada seribu kali pukulan pedang’. Betapa sakitnya bukan ? ajal itu pasti ,kalaulah ajal yang Allah janjikan itu tak bisa di tangguhkan sesaatpun ,karena Malaikat Izrail tidak akan alpa dalam urusannya,karena malaikat menjalankan perintah Allah dengan tepat dan sempurna,
Begitulah hidup pasti ada kematian,yang hidup tak selamanya ini semoga bisa memanfaatkannya untuk bebenah diri , ketika saya merasa senang Allah SWT menegur saya agar jangan banget – banget senang di dunia ini, karena malaikat pencabut nyawa sedang mengintai 70 kali dalam 24 jam,tetapi Malaikat makhluk ghaib yang tidak bisa di liat kehadirannya ,tak heran jika Malaikat datang gelak tawa dan bersenang – senang masih menyelimuti , tak sadar jika malaikat maut sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengambil nyawa ini,walaupun miskin amal sholeh serta tidak memiliki secuil bekal amalan akhirta, malah sebaliknya begitu banyak dosa
Itu aku ya Allah….
Mohon ampunanMU untukku….      
“sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan bagus amal perbuatannya. Seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang usianya dan buruk amal perbuatannya.
(HR Ahmad).

~* Allah Selalu Ada Untukku,Untukmu dan Untuk Kita Semua *~